Contoh Teks Eksplanasi Tentang Fenomena Alam (Salju, Petir, dan Tsunami)

Hai sobat semua, pada artikel ini saya ingin berbagi sebuah materi tentang contoh teks eskplanasi tentang fenomena alam. Kita tahu bahwa yang dibahas didalam teks eksplanasi ini tidak hanya fenomena alam saja, tetapi juga fenomena sosial. Tapi yang akan kita bahas kali ini yang berhubungan dengan fenomena alam.

Berbicara mengenai contoh teks eksplanasi, materi bahasa Indonesia ini diajarkan ketika sobat duduk dikelas 11 SMA seperti saya sekarang ini. Nah pada bab ini kita akan dihadapkan beberapa contoh teks eksplanasi fenomena alam dan kemudian sobat disuruh untuk mencari mulai dari strukturnya, isinya dan juga kaidah kebahasaan yang ada didalamnya.

Jadi materi kali ini sangat penting untuk Anda ketahui, karena akan sangat berguna nantinya. Oh ya, bagi sobat yang sedang mencari beberapa contoh mengenai teks eksplanasi, saya akan berbagi 3 contoh teks eksplanasi yang ada didalam LKS bahasa Indonesia milik saya, karena beberapa LKS kan isinya beda, jadi mungkin ini bisa sobat jadikan referensi juga untuk mengerjakan tugas sobat.

Oke langsung saja kita mulai pembahasan mengenai contoh teks eksplanasi.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam


Teks Eksplanasi Proses Terjadinya Salju

Teks Eksplanasi Proses Terjadinya Salju

Proses Terjadinya Salju

Salahsatu fenomena menarik saat musim dingin adalah salju. Salju menjadi unik karena kristal-kristal es yang lembut dan putih seperti kapas ini hanya hadir secara alami di negeri empat musim atau di tempat-tempat yang sangat tinggi seperti Puncak Gunung Jarawijaya di Papua.

Salju berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer bumi,. Kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur dimana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat)., kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke bumi.

Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori leh partikel lain). Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0Celcius, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase dari cair ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah daripada 0C.

Temperatur udara tepat di bawah awan adalah 0C. Tapi, temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es.

Partike-partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator, selain berfungsi sebagai pemercepat fase pembekuan, juga perekat antar uap air. Sehingga partikel air (yang tidak murni lagi) bergabung bersama dengan partikel air lainnya membentuk kristal lebih besar. Jika temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, kristal-kristal es jatuh ke tanah dalam bentuk hujan air.

Kristal salju memiliki struktur unik, tidak ada kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia ini seperti sidik jari kita. Salju yang sudah turun semenjak bumi tercipta hingga sekarang, tidak satu pun yang memiliki bentuk kristal yang sama. Meskipun memiliki keunikan, salju juga tidak jarang mengakibatkan banyak kerugian baik fisik maupun material yang tentu tidak sedikit nilainya.


Teks Eksplanasi Proses Terjadinya Petir

Teks Eksplanasi Proses Terjadinya Petir

Proses Terjadinya Petir

Petir merupakan peristiwa lepasnya muatan listrik statis yang terjadi secara dramatik dan alamiah. Peristiwa ini terjadi akibat dari keluarnya muatan-muatan listrik dari benda, dalam hal ini awan. Pelepasan listrik statis kadang-kadang terjadi secara perlahan dan tenang. Namun, sesekali berlangsung cepat disertai percikan cahaya atau suatu bunyi ledakan. Percikan cahaya yang muncul disebut dengan kilat.

Petir terjadi karena perbedaan potensial muatan antara awan dan bumi, atau awan dengan awan lainnya, Muatan pada awan itu terjadi karena awan bergerak terus-menerus secara teratur. Selama pergerakan itu awan akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi. Sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Biasanya ini terjadi sebelum awan 'menumpahkan' hujan.

Awan sendiri terjadi dari jutaan butiran air dan es beku di udara. Selama proses interaksi, butiran air berbenturan dengan awan lainnya yang sedang kembali mencair (kondensasi) keatas. Benturan ini mengakibatkan muatan negatif (elektron) terjatuh. Elektron tersebut terkumpul dibagian bawah memberikan muatan negatif dan awan yang naik yang kehilangan elektron, membawa muatan positif ke awan bagian atas. Pada titik ini, udara yang naik mempunyai kemampua untuk membawa muatan positif ke awan bagian atas, bagian beku lainnya akan terjatuh ke bagian awan terbawah atau menuju ke tanah. Kombinasi antara benturan dan pembekuan ini menyebabkan perbedaan muatan yang sangat besar, dan mengakibatkan terjadinya sambaran petir.

Perit lebih sering terjadi pada musim hujan karena pada keadaan ini udara mengandung kadar air yang lebih tinggi. Sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yangv berbeda muatan.

Petir merupakan salah satu fenomena alam yang palingmkuat dan menghancurkan. Meskipun arus petir hanya sesaat, kira-kira selama 200 mikrodetik, tapi kerusakan yang ditimbulkan sangat luar biasa. Efek dari serangan langsung sangat jelas terlihat, mulai dari kerusakan bangunan, kebakaran, sampai bahaya kematian bagi manusia.

Teks Eksplanasi Proses Terjadinya Tsunami

Teks Eksplanasi Proses Terjadinya Tsunami

Proses Terjadinya Tsunami

Tsunami yang berasal dari bahasa Jepang, yaitu tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang berarti gelombang, merupakan salah satu bencana alam yang akrab dengan negara Indonesia. Berdasarkan arti kata tersebut, tsunami dapat diartikan sebagai perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Tsunami ini rawan di semua negara yang berbatasan dengan laut dan memiliki potensi gempa yang tinggi.

Tsunami terjadi saat gerakan vertikal pada kerak bumi karena letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh kebumi mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba sehingga mengganggu keseimbangan air yang berada diatasnya. Hal ini menyebabkan terjadinya aliran energi air laut yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar sehingga terjadi tsunami.

Gelombang ombak yang terjadi dapat merambat kesegala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500 sampai dengan 1000 km per jam, kecepatan yang setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada ditengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai, tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

Tsunami mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit. Korban jiwa ini diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami. Selain korban jiwa, tsunami juga berdampak negatif terhadap bangunan, tumbuh-tumbuhan, maupun pencemaran lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Nah sekian artikel mengenai contoh teks eksplanasi, semoga bermanfaat dan jangan lupa like dan share artikel ini jika bermanfaat bagi sobat semua. Selamat belajar...
Tag : bindo
2 Komentar untuk "Contoh Teks Eksplanasi Tentang Fenomena Alam (Salju, Petir, dan Tsunami)"

kak, antara paragraf 1 dan 2 itu yang mana struktur teks eksplanasi bagia isinya ? kok hampir hampir mirip. apakah 1 dan 2 itu bagian awal atau cuma paragraf 1 aja yang bagian awal ?

Back To Top