Pemberontakan PRRI/Permesta : Latar Belakang dan Tujuan

Hai sob pada artikel ini aku ingin membahas tentang pemberontakan PRRI/Permesta yang menjadi salah satu peristiwa penting bagi  bangsa Indonesia Pemberontakan PRRI/Permesta sendiri terjadi karena ketidak harmonisan yang terjadi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah kala itu terutama daerah di Sumatera dan Sulawesi. Ketidak harmonisan itu terjadi karena masalah otonomi daerah serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.

Sebelumnya aku juga pernah membahas tentang pemberontakan pemberontakan lain yang terjadi di Indonesia,  yaitu pemberontakan RMS atau Republik Maluku Selatan dan pemberontakan Andi Azis. Nah bagi yang belum membaca artikel tersebut silahkan untuk membacanya terlebih dahulu melalui Link yang sudah tersedia diatas.

Oke Langsung aja kita mulai pembahasan kali ini tentang pemberontakan PRRI/Permesta.  Simak baik-baik ya…

Pemberontakan PRRI/Permesta


Pemberontakan PRRI/Permesta

Seperti yang sudah saya katakan tadi, pemberontakan PRRI/Permesta ini terjadi karena ketidak harmonisan antara pemerintah pusat dan daerah mengenai masalah otoda dan keuangan antara pusat dan daerah.

Daerah yang merasa dirugikan kala itu adalah Sumatera dan Sulawesi.  sikap tidak puas tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah perwira militer. Pada akhirnya para perwira militer tersebut membentuk dewan daerah sebagai berikut :

  1. Dewan banteng dibentuk pada tanggal 20 desember 1956 di Sumatera Barat oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein
  2. Dewan Gajah dibentuk pada tanggal 22 Desember 1956 di Sumatera Utara oleh Kolonel Maludin Simbolon
  3. Dewan Garuda dibentuk pada pertengahan bulan Januari 1957 oleh Letnan Kolonel Barlian
  4. Dewan Manguni dibentuk pada tanggal 17 Februari 1957 di Manado oleh Mayor Somba
Pada tanggal 9 Januari 1958 para tokoh militer dan sipil mengadakan pertemuan di Sungai Dareh, Sumatera Barat. inti dari pertemuan tersebut adalah membahas tentang pembentukan pemerintah baru dan hal yang berhubungan dengan pemerintah baru tersebut.

Selanjutnya Letnan Kolonel Ahmad Husein pada tanggal 15 Februari 1958 memproklamirkan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dengan perdana menteri Syafruddin Prawiranegara.

Untuk menghadapi pemberontakan PRRI, pemerintah melakukan operasi 17 Agustus Yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Yani. operasi militer ini sendiri bertujuan untuk hancurkan kekuatan pemberontak dan mencegah ikut campurnya pihak asing yang merugikan pemerintahan.

Sementara itu, setelah dibentuk dewan Manguni pada tanggal 17 Februari 1950 yang lalu, para tokoh militer di Sulawesi memproklamirkan Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta). Proklamasi tersebut dipelopori oleh Letnan Kolonel Ventje Sumual Panglima Wirabhuana, Dan selanjutnya Permesta bergabung dengan PRRI.

Untuk menumpas pemberontakan tersebut, pemerintah melancarkan operasi militer gabungan yang diberi nama Operasi Merdeka yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat.  Operasi menumpas Permata ini sangat kuat karena musuh memiliki persenjataan modern buatan Amerika Serikat yang terbukti dengan ditembaknya Pesawat Angkatan Udara Revolusioner (Aurev) yang dikemudikan oleh Allan L. Pope seorang warga negara Amerika Serikat.

Pemberontakan PRRI/Permesta baru dapat ditumpas pada bulan Agustus 1958, dan pada tahun 19 61 pemerintah membuka kesempatan bagi sisa-sisa anggota Permesta untuk kembali Republik Indonesia.

Sekian dari aku mengenai peristiwa pemberontakan PRRI Permesta yang terjadi di Sumatera dan Sulawesi, semoga bermanfaat bagi sobat-sobat semua. Terima kasih sudah berkunjung.
Tag : sejarah
0 Komentar untuk "Pemberontakan PRRI/Permesta : Latar Belakang dan Tujuan"

Back To Top