Pengertian dan Macam-Macam Konjungsi Beserta Contoh

Oke semua, kembali lagi di informasibelajar.com, nah kali ini saya ingin berbagi kepada sobat semua tentang pengertian konjungsi dan juga macam-macam konjungsi untuk sobat semua. Tidak hanya itu, saya juga akan memberikan beberapa contoh konjungsi dan penggunaannya didalam suatu kalimat.

Nah materi ini merupakan salah satu materi Bahasa Indonesia yang wajib sobat kuasai, pasalnya pada materi-materi selanjutnya akan menggunakan konjungsi sebagai salah satu kaidah kebahasaannya. Jadi jika sobat tidak paham yang dinamakan konjungsi maka bisa dipastikan sobat akan kesulitan untuk materi-materi selanjutnya.

Untuk itu, saya akan menjelaskannya sedetail mungkin dengan bahasa yang enak dan mudah untuk sobat semua pahami. Oke langsung saja kita menuju ke pembahasan yang pertama yaitu tentang pengertian dari konjungsi itu sendiri. Berikut penjelasannya :

Pengertian Konjungsi

Pengertian Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung adalah kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata penghubung antarklausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat (setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru), adapun kata penghubung antar paragraf letaknya di awal paragraf.

Jika sobat bingung dengan pengertian diatas, tenang, saya akan menjelaskannya dengan singkat. Jadi konjungsi itu adalah kata penghubung untuk menghubungkan 2 kalimat atau lebih yang mana diantara keduanya memiliki hubungan.

Nah ada banyak sekali jenis-jenis atau macam-macam konjungsi yang perlu sobat ketahui. Berikut ini macam-macamnya :

Macam-Macam Konjungsi


Macam-Macam Konjungsi

Nah secara garis besar, konjungsi itu dibagi menjadi 2, yaitu konjungsi intra kalimat dan konjungsi antar kalimat. Keduanya itu masih dibagi lagi menjadi beberapa, untuk detail lengkapnya saya akan menampilkannya dibawah ini....

# Konjungsi Intra Kalimat

Konjungsi intra kalimat atau disebut juga konjungsi antar klausa merupakan kata yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak yang mana letaknya umumnya dibagian tengah-tengah kalimat. Didalam konjungi antar klausa atau intra kalimat ini terdapat 2 konjungsi lagi, yaitu konjungsin koordinatif dan konjungsi subordinatif. Untuk lebih jelasnya silahkan sobat simak ulasan dibawah :

Konjungsi Koordinatif - adalah konjungsi yang menghubungkan 2 klausa atau lebih yang memiliki status sederajat atau sama. Untuk contoh konjungsi koordinatif sendiri antara lain : dan, tetapi, atau, lalu, kemudian, melainkan, padahal, sedangkan.

Konjungsi Subordinatif - adalah konjungsi yang menghubungkan 2 klausa atau lebih yang memiliki status tidak sederajat. Untuk contoh konjungsi subordinatif silahkan sobat simak berikut ini : jika, andai, bagai, ketika, sejak, karena, ibarat sehingga, setelah, seperti, kalau, supaya.

Oh ya, untuk konjungsi subordinatif masih ada beberapa pembagiannya. Berikut ini penjelasan masing-masing konjungsi :

* Jenis-Jenis Konjungsi Subordinatif  *

  • Hubungan waktu - contohnya : ketika, setelah, sehabis, sesudah, selesai, sementara, tatkala, sambil, sampai, selama, seraya, selag, biar, sejak.
  • Hubungan syarat - contohnya : asal, bila, asalkan, manakala, jika, jikalau.
  • Hubungan pengandaian - contohnya : sekiranya, seumpamanya, andaikan, seandainya.
  • Hubungan tujuan - contohnya : supaya, agar, biar.
  • Hubungan konsesif - contohnya : sekalipun, biarpun, kendatipun, walaupun, sungguhpun, walau.
  • Hubungan pemiripan - contohnya : seperti, seakan-akan, laksana, seolah-olah, bagaikan, sebagai.
  • Hubungan penyebaban - contohnya : karena, sebab, oleh karena.
  • Hubungan pengakibatan - contohnya : maka, sehingga, makanya, sampai-sampai, karenanya.
  • Hubungan penjelaan - contohnya : bahwa.
  • Hubungan cara - contohnya : melalui, dengan.


# Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi antar kalimat adalah konjungsi yang menghubungkan 2 kalimat atau lebih. Kata penghubung antar kalimat ini difungsikan untuk menyatakan maka yang berbeda-beda. Konjungsi antar kalimat dapat diletakkan di awal kalimat, atau setelah tanda titik, tanda seru dan tanda tanya. Untuk beberapa contohnya antara lain : dengan demikian, selain itu, oleh karena itu, sebaliknya, namun, sesudah itu, sebelum itu, kecuali itu.

Untuk lebih jelasnya silahkan sobat lihat ulasan dibawah ini :

[kata{makna}]

  • Sebaliknya {mengacu pada kebalikan dari yang telah dinyatakan sebelumnya}.
  • Sesungguhnya, bahwasannya {mengacu pada keadaan sebenarnya}
  • Tambahan pula, selain itu, lagi pula {menyatakan adanya hal, peristiwa atau keadaan lain diluar yang telah dinyatakan sebelumnya}.
  • Akan tetapi, tetapi, namun, kecuali itu {menyatakan keadaan pertentangan dengan kondisi sebelumnya}.
  • Biarpun demikian, sekalipun demikian, walaupun demikian, meskipun demikian {menyatakan kesediaan untuk melakukan suatu hal yang berbeda atau bertentangan dengan yang sudah dinyatakan sebelumnya}.
  • Tambahan pula, selain itu, lagi pula {menyatakan adanya hal, peristiwa atau kondisi yang diterangkan pada kalimat sebelumnya}.
  • Kemudian, setelah itu, selanjutnya, sesudah itu {menyatakan kelanjutan dari suatu peristiwa atau kondisi yang diterangkan pada kalimat sebelumnya}.
  • Dengan demikian {Menyatakan konsekuensi}
  • Oleh karena itu, oleh sebab itu {menyatakan akibat}
  • Sebelum itu {menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya}
Selanjutnya kita akan membahas macam-macam konjungsi berdasarkan fungsinya. Nah untuk bagian ini hanya beberapa saja yang sering keluar didalam soal, sedangkan bagian atas tadi yang sering keluar. Tapi tidak menutup kemungkinan beberapa konjungsi dibawah ini juga akan muncul dalam soal nantinya.

Macam-Macam Konjungsi Berdasarkan Fungsi :

Konjungsi Temporal
adalah konjungsi yang fungsinya untuk menjelaskan hubungan waktu antar peristiwa. Ada 2 konjungsi temporal, yaitu sederajat dan tidak sederajat. Untuk contoh konjungsi temporal sederajat antara lain : sebelumnya dan sesudahnya.

Sedangkan contoh konjungsi temporal tidak sederajat antara lain : apabila, bilamana, sementara, sambil, ketika, hingga, bula, sampai , semenjak, sedari dsb.

➽ Konjungsi Perbandingan
adalah konjungsi yang fungsinya untuk menghubungkan 2 hal dengan cara membandingkan keduanya. Contoh konjungsi perbandingan yang sering digunakan antara lain : bagai, ibarat, seperti, bagaikan, umpama, sebagai.

Konjungsi Sebab (kausal)
adalah konjungsi yang fungsinya untuk menerangkan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. Bisa dilihat dengan cara melihat anak kalimat dan induk kalimat. Kalau anak kalimat ditandai dengan konjungsi sebab, maka induk kalmat berupa akibat. Kata yang sering digunakan antara lain : sebab itu, sebab, karena, karena itu.

Konjungsi Akibat (konsekutif)
adalah konjungsi yang fungsinya untuk menunjukkan bahwa suatu hal terjadi karena akibat dari hal yang lain. Kata-kata yang sering digunakan antara lain : akibatnya, sehingga, sampai.

Konjungsi Urutan
adalah konjungsi yang fungsinya untuk menunjukkan urutan suatu hal. Contohnya : mula-mula, kemudian, lalu.

Konjungsi Pertentangan
adalah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan 2 bagian kalimat sederajat, namun dengan mempertentangkan kedua bagian tersebut. Contohnya : sedangkan, sebaliknya, melainkan, padahal, tetapi, namun.

Konjungsi Aditif (gabungan)
adalah konjungsi yang berfungsi untuk menggabungkan 2 kata, frasa, klausa atau kalimat yang kedudukannya sederajat. Contohnya : serta, dan, lagi pula.

Konjungsi Syarat
adalah konjungsi yang fungsinya untuk menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi karena syarat-syaratnya telah dipenuhi. Contoh : apabila, asalkan, kalau, jika, bilamana, jikalau.

Konjungsi Tak Bersyarat
adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Contoh : biarpun, meskipun, walaupun.
Tag : Indonesia
0 Komentar untuk "Pengertian dan Macam-Macam Konjungsi Beserta Contoh"

Back To Top
Ruangguru.com