Peristiwa Pemberontakan G30S PKI Lengkap dan Detail

Hai semua pakai artikel ini saya ingin berbagi tentang peristiwa pemberontakan G30S PKI. Seperti  yang kita tahu pemberontakan G30S ini menjadi salah satu sejarah kelam bangsa ini. Ada berbagai mengenai peristiwa pemberontakan G30SPKI ini, nah yang ingin saya bagikan kepada sobat semua semua adalah versi yang ada di LKS  sejarah kurikulum 2013.

Peristiwa G30S PKI ini Menjadi salah satu peristiwa kelam yang mana terdapat 6 korban yaitu enam Jendral TNI Angkatan Darat. untuk lebih jelasnya, silahkan membaca artikel ini hingga tuntas. Nah langsung saja kita mulai pembahasan mengenai peristiwa G30S PKI mulai dari awal, hingga penumpasannya.

Baca juga : Pemberontakan RMS dan Pemberontakan PRRI/Permesta

Peristiwa Pemberontakan G30S/PKI

Peristiwa G30S/PKI

# Pertentangan antara PKI dan Angkatan Darat (AD)

Pertentangan antara PKI dan Angkatan Darat terjadi karena adanya perbedaan ideologi dan kepentingan. PKI berkeinginan membangun ideologi komunis dan disisi lain Angkatan Darat sebagai kekuatan pertahanan negara memiliki kepentingan untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

Bulan Januari 1965, PKI mengusulkan gagasan untuk dibentuknya angkatan lima. Usulan tersebut berisi tuntutan supaya para petani dan buruh dipersenjatai dalam rangka menghadapi neokolonial imperialisme (nekolim) Inggris dalam Dwikora.

Pada bulan Mei 1965, PKI menyebar isu bahwa di Angkatan Darat terdapat Dewan Jendral. Dewan Jendral sendiri diartikan sebagai badan yang ingin melakukan kudeta atau perebutan kekuasaan dari Presiden Soekarno.

Angkatan AD secara tegas menolak usulan dibentuknya Angkatan Lima, alasannya karena itu tidak efisien dan merugikan revolusi Indonesia. Tidak hanya AD saja, AU juga menolak usulan tersebut yang dinyatakan langsung oleh Laksamana Muda Martadinata.

Angkatan kelima hanya dapat diterima jika angkatan tersebut berada dalam lingkungan ABRI dan ditangan komando perwira yang profesional. Dan menanggapi isu adanya Dewan Jendral, pimpinan Angkatan Darat secara tegas menyatakan kesetiaannya kepada Presiden Soekarno. Angkatan Darat menyatakan bahwa dewan yang ada dalam AD bukan Dewan Jendral, melainkan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) yang bertugas memberikan usulan kepada Men/Oangad tentang promosi jabatan dan pangkat para perwira tinggi.

# Pemberontakan G30S/PKI

Gerakan 30 September itu dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung, ia memerintahkan kepada semua anggotanya untuk bergerak pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965. Mereka melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap 6 perwira tinggi dan seorang perwira pertama dari Angkatan Darat.

Para perwira tinggi tersebut disiksa dan dibunuh, kemudian jasadnya dimasukkan kedalam satu sumur tua di Lubang Buaya yang terletak tidak jauh dari Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma.

Pemberontakan G30S/PKI

6 Jendral TNI Angkatan Darat korban G30S/PKI antara lain :

  1. Letnan Jenderal Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat atau Men/Pangad)
  2. Mayor Jenderal R. Suprapto (Deputi II Pangad)
  3. Mayor Jenderal Haryono Mas Tirtodarmo (Deputi III Pangad)
  4. Mayor Jenderal Siswondo Parman (Asisten I Pangad)
  5. Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan (Asisten IV Pangad)
  6. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur)
Terdapat 1 jendral lagi yang namnya tercatat menjadi salah satu target, namun beliau berhasil lolos. Beliau adalah Jenderal A.H. Nasution. Beliau berhasil menyelamatkan diri, namun anak perempuannya Ade Irma Suryani menjadi korban. Ajudan A.H. Nasution yang bernama Letnan Satu Pierre Andreas Tendean juga menjadi korban, sedangkan pembantu letnan Polisi Karel Satsuit Tubun gugur pada saat melakukan perlawanan terhadap gerombolan yang berusaha menculik Jendral A.H. Nasution.
# Penumpasan G30S/PKI
Setelah mendengar terjadinya penculikan terhadap para pemimpin TNI Angkatan Darat, Mayor Jenderal Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) segera mengambil langkah cepat untuk mengembalikan kondisi di ibu kota.
Langkah awalnya yaitu dengan menyelamatkan 2 objek vital yaitu Gedung RRI dan pusat telekomunikasi. Hanya dalam waktu 25 menit, resimen RPKAD dibawah Sarwo Edhi berhasil merebut 2 objek vital tersebut.
Pukul 20.10 WIB, Mayor Jenderal Sorharto selaku pimpinan sementara AD mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pada tanggal 1 Oktober 1965 telah terjadi penculikan beberapa perwira tinggi AD yang dilakukan oleh golongan kontrarevolusioner yang manamai dirinya sebagai Gestapu (Gerakan 30 September).
Mayor Jenderal Soeharto juga menyatakan kalau kekuatan Gestapu dapat dihancurkan dan NKRI dengan Pancasilanya akan tetap jaya. Melalui pidato tersebut, rakyat menjadi lebih tenang dan tahu peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Operasi penumpasan dilanjutkan dengan sasaran Pangkalan Udara Utama.Lanuma Halim Perdanakusuma, yang menjadi basis kekuatan G30S/PKI. Operasi ini bertujuan untuk mencari tahu nasib dari para jenderal yang diculik oleh PKI.
Peristiwa Pemberontakan G30S/PKI
Operasi dilanjutkan ke Lubang Buaya, atas petunjuk dari Ajudan Brigadir Polisi Sukitman, pada tanggal 3 Oktober ditemukan sumur tua tempat penguburan jenazah para perwira tinggi AD. Tanggal 4 Oktober 1965 para jenazah diangkat dan dimakamkan pada hari selanjutnya di Taman Makan Pahlawan Kalibata. Para perwira tersebut dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi dan diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi secara anumerta.
Nah sekian artikel tentang Peristiwa pemberontakan G30S/PKI, semoga bermanfaat dan jangan lupa like dan share artikel ini ya sob, Terima kasih.

Leave a Reply