Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Hai sob, kali ini kita akan belajar tentang perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Nah materi ini akan sobat peroleh pada mata pelajaran sejarah yang pastinya cukup mengasikan, karena kita akan tahu seperti apa sih para tokoh-tokoh penting masa itu memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia ini.

Ngomong-ngomong, pada artikel sebelumnya saya pernah membahas tentang satu peristiwa penting dalam sejarah bangsa ini yang erat dengan kaitannya dengan materi ini, yaitu kronologi peristiwa Rengasdengklok yang mana menjadi cikal bakal terjadinya peristiwa perumusan teks proklamasi itu sendiri.

Bagi sobat yang belum membaca artikel saya sebelumnya, sobat bisa mampir sejenak dan membaca artikel tersebut dengan mengklik link yang sudah saya berikan diatas.

Oke Lanjuttt….

Nah pada artikel ini kita akan mengupas mengenai penyusunan naskah proklamasi dengan tuntas dan jelas, tapi bagi sobat yang kurang jelas atau mungkin ingin memberi tambahan, bisa langsung komen pada kolom yang sudah tersedia, tentunya dengan bahasa yang baik dan sopan ya sob.

Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Perumusan Teks Proklamasi

Pada tanggal 16 Agustus 1945 siang hari Laksamana Maeda kebingungan mencari Soekarno-Hatta untuk menyampaikan kabar resmi penyerahan Jepang kepada Sekutu seperti yang telah dijanjikannya. Dengan bantuan Wikana, Laksamana Maeda mengetahui keberadaan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok (bagi yang belum tahu bisa membaca artikel sebelumnya melalui link yang sudah saya berikan diatas).
Pada sore harinya, Maeda meminta bantuan Ahmad Soebardjo untuk menyampaikan kabar resmi tersebut kepada Soekarno-Hatta dan sekaligus mengajak kedua tokoh tersebut kemabli ke Jakarta. Ahmad Soebardjo yang didampingi Soediro tiba di Rengasdengklok sudah petang hari dan tidak langsung dapat bertemu dengan Soekarno-Hatta karena dijaga ketat oleh tentara PETA yang dipimpin oleh Cudanco Subeno.
Setelah memberikan jaminan bila dirinya diijinkan menemui Soekarno-Hatta proklamasi akan dikumandangkan selambat-lambatnya 17 Agustus 1945, akhirnya Ahmad Soebardjo dan Soediro diijinkan menemui Soekarno-Hatta.
Setelah menerima kabar resmi penyerahan Jepang kepada Sekutu, maka Soekarno-Hatta mengajak para pemuda dan tokoh-tokoh PETA untuk kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta tiba kembali di Jakarta sudah malam (pukul 23.00) tanggal 16 Agustus 1945.
Pada malam hari itu juga Soekarno bermaksud mengadakan rapat untuk persiapan proklamasi kemerdekaan namun mengalami kesulitan mencari tempat yang aman. Ahmad Soebardjo mengajak rombongan Soekarno-Hatta langsung ke rumah Laksamana Maeda (seorang kepada perwakilan angkatan laut Jepang di Jakarta tempat Ahmad Soebardjo bekerja sebagai stafnya).
Dirumah Maeda, Ahmad Soebardjo mohon ijin agar para tokoh pergerakan diperbolehkan berkumpul dirumahnya untuk membicarakan persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Laksamana Maeda mengijinkan dan menjamin keselamatan mereka.
Sebelum menyelenggarakan rapat, Soekarno-Hatta menemui kepala pemerintah umum Mayor Jendral Nisyimura untuk menjajaki sikapnya terhadap rencana proklamasi bangsa Indonesia. Ternyata Nisyimura tidak mengijinkan rencana proklamasi tersebut. Dengan demikian proklamasi harus dilakukan terlepas dari pengaruh Jepang. Oleh karena itu Soekarno-Hatta segera mengadakan musyawarah/pertemuan untuk membahas dan merumuskan “Teks Proklamasi”.
Pada mulanya dalam rapat terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda dalam menyusun perumusan teks proklamasi. Golongan tua menghendaki rumusan dengan bahasa halus agar tidak menimbulkan gejolak dikalangan tentara Jepang di Indonesia.
Sedangkan golongan muda menghendaki rumusan teks proklamasi dengan bahasa yang tegas yang mencerminkan semangat perjuangan. Untuk mengatasi adanya perbedaan pendapat tersebut, maka dibentuklah tim perumus teks proklamasi yang terdiri dari wakil golongan tua yaitu Ir.Soekarno, Drs.Moh Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo dan wakil golongan muda yaitu : Sukarni, B.M. Diah, Sayuti Melik, Soediro (mbah). Mereka kemudian merumuskan naskah proklamasi diruang makan. Ir. Soekarno menuliskan rumusannya, Drs. Moh Hatta dan Mr. Ahmad Soebardjo menyumbangkan pikirannya secara lisan serta bahasanya, sedangkan para pemuda bertindak sebagai saksinya.
Setelah draf naskah proklamasi selesai, segera oleh Ir. Soekarno dibawa keruang depan untk dibacakan/dibahas dirapat. Pada prinsipnya isi draf disetujui oleh semua peserta rapat.
Sedangkan yang menjadi persoalan adalah “siapa yang harus menandatangani teks proklamasi itu. Chaerul Saleh tidak setuju jika teks itu ditandatangani oleh anggota PPKI sebab badan itu dibentuk oleh Jepang.
Sukarni kemudian mengusulkan agar naskah proklamasi itu ditandatangani dua orang saja yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta “atas nama bangsa Indonesia” dan usul itu diterima oleh hadirin. Kemudian Ir. Soekarno meminta Sayuti Melik mengetik draf naskah proklamasi tersebut. Dalam pengetikam Sayuti Melik mengadakan beberapa perubahan kata yaitu :
Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Perbedaan tulisan antara konsep teks proklamasi dengan teks proklamasi autentik antara lain :

No. Konsep Teks Proklamasi Teks Proklamasi Yang Autentik
1 Tulisan tangan Soekarno Ketikan Sayuti Melik
2 Proklamasi (dengan huruf kecil) PROKLAMASI (dengan huruf kapital)
3 Terdapat sedikit coretan Tanpa ada coretan
4 Hal2 Hal-hal
5 Tempoh Tempo
6 Djakarta, 7-8-‘05 Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
7 Wakil2 bangsa Indonesia Atas nama bangsa Indonesia
8 Tidak ada nama terang Tertera nama Soekarno/Hatta
9 Tidak ada tanda tangan Sudah ditanda tangani

Selesai diketik naskah proklamasi diserahkan kembali kepada Soekarno-Hatta untuk ditandatangani. Naskah yang diketik inilah yang dianggap asli (autentik) dan dibacakan dalam upacara proklamasi. Rapat berakhir pukul 04.30 dini hari tanggal 17 Agustus 1945.Pada saat itu pula diputuskan bahwa dengan pertimbangan “keamanan” proklamasi akan dibacakan dihalaman rumah Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur No 56 Jakarta pada pagi hari pukul 10.00 wib.

sumber :MGMP sejarah kota Semarang

Leave a Reply