Sistem Ekonomi Ali Baba

Hai sob, kali ini aku mau berbagi artikel tentang Sistem Ekonomi Ali Baba kepada sobat semua. Nah materi ini akan sobat peroleh ketika duduk dibangku kelas 12 SMA dalam mata pelajaran Sejarah Indonesia. Namun dalam pelajaran tersebut hanya dibahas sedikit saja, nah untuk itu aku mau membuat artikel ini supaya sobat lebih jelas lagi tentang Sistem Ekonomi Ali Baba itu sendiri.

Sistem Ekonomi Ali Baba diprakarsai oleh Menteri Perekonomian masa pemerintahan Kabinet Ali Sastroamijoyo 1, Mr. Iskaq Cokrohadisuryo. Beliau memperkenalkan sistem ekonomi yang namanya Ali Baba itu tadi. Nah untuk lebih jelas dan detailnya, silahkan simak ulasan dibawah ini….

Sistem Ekonomi Ali Baba

Sistem Ekonomi Ali Baba

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, sistem ekonomi ini diprakarsai oleh Mr. Iskaq Cokrohadisuryo. Tujuan sistem ekonomi ini adalah untuk memajukan pengusaha pribumi. Ali menggambarkan pengusaha pribumi, sedangkan Baba menggambarkan pengusaha non pribumi (khususnya Cina).

Maksud dari sistem ekonomi Ali Baba ini adalah supaya pengusaha pribumi dan non pribumi saling bekerja sama untuk memajukan perekonomian di Indonesia. Namun dalam perkembangannya sistem ini mengalami kegagalan, penyebabnya apa? akan saya bahas pada bagian bawah nanti.

Dalam pelaksanaan kebijaka Ali Baba ini, pengusaha nonpribumi memiliki kewajiban untuk memberi latihan kepada tenaga-tenaga Indonesia agar dapat menduduki jabatan-jabatan staf. Pemerintah memberikan kredit dan lisensibagi usaha-usaha swasta nasional. Pemerintah sangat memperhatikan pengusaha pribumi agar dapat bersaing dengan perusahaan asing kala itu.

Namun dalam pelaksanaannya, program ini berjalan tidak baiik dikarenakan pengusaha pribumi belum memiliki pengalaman banyak sehingga cukup sulit bersaing dengan perusahaan luar. Selain itu, sistem ekonomi ali baba disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu. Pengusaha Indonesia hanya dijadikan sebagai alat bagi para pengusaha Tionghoa untuk memperoleh kredit dari pemerintah.

Sistem Ekonomi Ali Baba mengalami kegagalan karena beberapa hal berikut :

  1. Kredit yang digunakan ternyata tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pengusaha pribumi, malah dipindahkan kepada pengusaha tionghoa secara sepihak
  2. Kredit yang diberikan pada awalnya dimaksudkan untujk mendorong kegiatan produksi tapi malah diselewengkan untuk kegiatan konsumsi 
  3. Kegagalan pengusaha pribumi dalam memanfaatkan kredit secara maksimal sehingga kurang berdampak positif terhadap perekonomian indonesia waktu itu.
Nah itu dia artikel tentang sistem ekonomi Ali Baba, semoga bermanfaat dan jangan lupa like dan share artikel ini ya. Terima kasih.

Leave a Reply