Teks Ulasan Film 5 CM Terlengkap

Hai sobat semua, pada artikel ini saya akan berbagi materi tentang teks ulasan film 5 cm yang cukup menarik dan mendetail pastinya. Berbicara mengenai teks ulasan, teks ini diajarkan saat sobat duduk dibangku kelas 11 SMA, tepatnya saat semester 2.

Nah didalam teks ulasan itu sendiri terdapat apa aja? Banyak materi yang akan kita dapat, mulai dari pengertian teks ulasan, strukturnya, dan juga contohnya. Berhubung saya sudah pernah menjelaskan mengenai teks ulasan pada artikel sebelumnya, jadi sobat bisa berkunjung terlebih dahulu ke artikel saya sebelumnya : Pengertian dan Struktur Teks Ulasan.

Film 5 cm, siapa yang tidak tahu film ini? Ya film yang cukup sukses ini memang memiliki alur cerita yang cukup menarik untuk kita bahas. Itulah alasan saya untuk membuat teks ulasan film 5 cm ini.

Oh ya, sedikit info nih untuk sobat semua, film 5 cm ini diadaptasi dari novel karya Donny Dhirgantoro, seorang novelis muda berbakat asal Indonesia.

Film ini memberikan kita sebuah pelajaran mengenai rasa cinta kita pada sahabat dan juga rasa cinta kita pada negeri ini. Pesan atau pelajaran itulah yang coba disampaikan dari film ini.

Oke langsung saja kita mulai teks ulasan film 5 cm ini.

Teks Ulasan Film 5 CM Terbaik

teks ulasan film 5 cm

Judul Film           : 5 cm.

Sutradara             : Rizal Mantovani

Penulis                : Donny Dhirgantoro

Pemeran              : Herjunot Ali, Ferdi Nuril, Saykoji, Raline Shah, Pevita Perace, Deni Sumargo

Produksi              : RAM SORAYA

Didalam film 5cm ini, berkisah tentang kisah persahabatan 5 orang remaja yang bernama Arial (Deni Sumargo), Genta (Ferdi Nuril), Ian (Saykoji), Riani (Raline Shah), Zafran (Herjunot Ali). Film ini juga tak lupa menampilkan sudut-sudut keindahan Negeri kita tercinta, Indonesia. Yaitu diantaranya pesona Puncak Mahameru, Danau Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, dll.

Si Penulis film ini, Donny Dhirgantoro mempunyai tujuan untuk menunjukkan kepada para penonton bahwa persahabatan tidak hanya sekadar, berkumpul setiap minggu, makan dan nongkrong di tempat yang dianggap “hitz” , tertawa sekencang-kencangnya, tetapi juga persahabatan yang tetap terjalin walaupun tidak tegur sapa selama kurang lebih 3 bulan.

Selain bercerita tentang persahabatan, film ini juga menunjukkan kebersamaan diantara 1 orang dengan yang lain.Cerita tentang persahabatan ini jarang dipilih sebagai tema dalam semua film karena banyak orang yang menganggap terlalu biasa.

Namun, sang sutradara berhasil mengolahnya menjadi hal yang tidak hanya sekadar biasa, tetapi luar biasa. Beberapa adegan ditampilkan melalui kesan humoris seperti pada adegan Arial (Deni Sumargo) dan Ian (Saykoji) yang mengganti nama penyair terkenal Khalil Gibran menjadi Khalil Zafran dengan sajaknya Sayap-Sayap Patah diganti menjadi Sayap-Sayap Ayam.

Film yang cocok ditonton tidak hanya kaum remaja tapi juga orang tua ini menggunakan bahasa yang bisa dibilang santai dan mudah dipahami.

Selain bahasa yang mudah dipahami, para pemain pun juga bermain dengan baik dan sangat menghayati setiap adegan yang mereka mainkan sehingga karakter dari setiap pemain benar-benar terlihat.

Seperti pada adegan di atas mobil pick-up  dimana mereka membacakan “mantra” sebelum melakukan pendakian di puncak mahameru, betapa mereka sangat menghayati peran sehingga semua itu terlihat nyata bukan rekayasa akting.

Namun, terdapat beberapa kekurangan dalam film ini diantaranya adalah dimana ada beberapa adegan yang terlihat “khayal” – tidak nyata. Seperti salah satunya dalam adegan saat di jalur pendakian dan terdapat hujan batu dari puncak dimana hampir semua pemain terkena batu dan yang terparah, Ian (Saykoji) memiliki banyak luka dan jika kita berfikir secara logis kejadian seperti itu bisa menyebabkan kematian karena sangat mengerikan dan di dalam film tersebut Ian (Saykoji) ternyata hanya pingsan.

Selain itu, hal-hal yang terlihat khayal juga terdapat di poster dan vcd film dimana mereka ber 6- ditambah adik perempuan Arial (Deni Sumargo) yang diperankan oleh Pevita Pearce dan berperan sebagai Dinda.  Di dalam poster dan vcd film itu mereka terlihat seperti mendaki di atas awan, semua itu terlihat sangat khayal dimana sang desainer nya memberikan ilustrasi awan yang terlihat sangat palsu.

Walaupun sebenarnya saat di film memang mereka berada di atas awan. Dimana mimpi-mimpi digantung, setinggi awan, setinggi tekad yang kita tancapkan dalam diri untuk mencapai suatu hal yang sangat diidamkan.

Dan ada juga yang tidak sesuai dengan tema utama yaitu persahabatan, disini juga terdapat beberapa bagian tentang kisah cinta anak jaman sekarang. Dan ending yang sangat mengagetkan dan sangat beda dengan pemikiran para penonton.

Di awal cerita terdapat narasi yang mengatakan secara tidak langsung bahwa Genta (Ferdi Nuril) dan Riani (Raline Shah) terlihat saling menyukai dan didukung dengan adegan saat di Mahameru dimana mereka berdua sering tertangkap kamera saling mencuri pandang. Sedangkan, Zafran (Herjunot Ali) terlihat menyukai Dinda (Pevita Pearce) dan Dinda pun begitu. Namun, pada akhirnya ternyata berkebalikan yaitu, Genta (Ferdi Nuril) ternyata menyukai Dinda (Pevita Pearce) dan begitupun Zafran (Herjunot Ali) menyukai Riani (Raline Shah).

Semua penonton dari awal kebanyakan sudah berpikiran bahwa pemeran utama film ini adalah Genta (Ferdi Nuril), namun ternyata bukan Genta (Ferdi Nuril) melainkan Zafran (Herjunot Ali). Kebanyakan penonton tidak memperhatikan di awal bahwa yang membaca narasi adalah Zafran (Herjunot Ali).

Namun, secara keseluruhan film ini bagus dan sangat menarik terbukti dengan begitu banyak penonton yang antusias setiap kali menonton film ini walaupun sudah diputar beberapa kali. Sebuah karya yang mengedepankan tentang persahabatan dan percintaan menjadi nomor kesekian.

Nah itu dia teks ulasan 5 cm, semoga bermanfaat dan jangan lupa like dan share artikel ini ya sob, terima kasih…..

Leave a Reply